Lubuk senayau ini dalam kige ayah ne
Gambar Lubuk senayau mun kinai Ndi Pucuk Bukit Puyang Hendak Ati Link ke Link Ke halaman FB Bukit Puyang Sendak Ati ;https://www.facebook.com/pages/Bukit-Puyang-Sekendak-Ati/1529904917258948?fref=ts
Gambar Lubuk Snayau Mun kite tentang ndi Pucuk Bukit Puyang Seknadak Ati Link ke Halaman FB Sungai Lamah ; https://www.facebook.com/pages/Sungai-Laham/396047023826449?fref=ts
amun embang ulak pacak aun nak yemberang nguk sawh hantang pinag ...
ati .. byak buntal .... aku pernah sentutne....
waktu nak ngambik manggos hantang pinang
buah manggos
Kabupaten Tanggamus Propinsi Lampung telah berhasil menembus pasar ekspor buah manggis ke negara tujuan Singapura dan Taiwan dalam upaya meningkatkan pemasaran dengan volume ekspor 30 persen dari total produksi, dan jumlah ini dinilai masih kecil karena dihadapkan kendala berupa ketatnya persyaratan ekspor. Selain Singapura dan Taiwan sejak tahun 1994, buah hitam manis ini juga diminati di kawasan Timur Tengah. Beberapa negara Asia lain seperti Jepang, Hong Kong, dan Thailand, juga menjadi daerah tujuan pengirimannya.
Kontribusi ekspor manggis terhadap total ekspor buah-buahan nasional adalah sebesar 37,4% sedangkan konstribusi produksi manggis adalah hanya 0,5% dari total produksi nasional. Ini menghantarkan manggis menjadi buah-buahan andalan ekspor Indonesia, apalagi komoditas ini merupakan unik dan spesifik daerah tropis, sehingga pesaingnya tidak banyak.
Bupati Tanggamus H. Bambang Kurniawan mengatakan, jumlah produksi manggis di Tanggamus sebesar 9.688 ton per tahun dari tanaman sebanyak 1.468 ha dan 902 ha diantaranya sudah menghasilkan manggis. Pohon-pohon manggis ini tersebar di areal perkebunan warga di dekat lereng Gunung Tanggamus. Selain manggis, kawasan ini juga kaya buah-buahan lain, seperti avokad, cempedak, durian, dan duku. Buah-buahan ini baru dikirim ke pasar lokal, seperti Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, dan sejumlah kota besar di Pulau Jawa seperti Semarang dan Surabaya.
Pada umumnya tanaman manggis di Tanggamus sudah berumur lebih dari 100 tahun. Peremajaan tanaman baru dilakukan akhir tahun 1990-an. Sebagian besar tanaman manggis merupakan tanaman pekarangan, kebun campuran, dan ditanam pada daerah perbukitan/hutan. Pemeliharan tanaman relatif tidak ada, kini biasanya petani hanya menunggu panen manggis. Ketersediaan bibit manggis sangat sulit karena pohon induk yang berkualitas masih sangat jarang.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar